Rabu, 20 Mei 2015

Gelar Dobel Juve 2015

Coppa Italia

Juve Ukir Hat-trick Gelar Dobel dengan Patahkan Rentetan Buruk atas Lazio

Kris Fathoni W - detikSport
Kamis, 21/05/2015 09:51 WIB
Juve Ukir Hat-trick Gelar Dobel dengan Patahkan Rentetan Buruk atas Lazio  
AFP/Andreas Solaro
Jakarta - Keberhasilan Juventus mengalahkan Lazio di final Coppa Italia bukan hanya membuat Bianconeri jadi juara dengan menghentikan rentetan hasil buruk atas Biancocelesti. Juve juga melengkapi hat-trick gelar dobel di kancah domestik--tim Italia pertama yang melakukannya.

Dalam partai puncak Coppa Italia di Olimpico, Kamis (21/5/2015) dinihari WIB, Juve menang 2-1 atas Lazio di extra time. Stefan Radu membuat Lazio unggul lebih dulu, sebelum Giorgio Chiellini menyamakan dan Alessandro Matri memastikan kemenangan buat Juve.

Ini tentu saja merupakan gelar Coppa Italia nomor sepuluh untuk Juve, tim pertama yang mampu mencapai jumlah tersebut di ajang ini. AS Roma menjadi tim tersukses kedua dengan sembilan titel.

Dalam format menggunakan satu leg di final, catat Opta, sejak 2009 baru kali ini lagi juara Coppa Italia ditentukan tidak dalam waktu normal, alias butuh extra time. Ironisnya, pada 2009 lalu Lazio-lah yang berjaya ketika menang adu penalti dari Sampdoria.

Kemenangan Juve kali ini, masih menurut Opta, juga menghentikan catatan buruk ketika berhadapan dengan Lazio di Coppa Italia. Sebelumnya Juve sempat tujuh pertemuan tanpa kemenangan lawan Lazio di ajang itu (2 kali imbang, 5 kali kalah).

Keberhasilan Chiellini mengontribusikan gol untuk Juve di laga ini juga memunculkan catatan tersendiri untuknya. Opta menyebut Chiellini kini sudah membuat 5 gol ke gawang Lazio di seluruh kompetisi, jumlah terbanyak yang ia buat ke gawang sebuah tim lawan.

Sebelum meraih titel Coppa Italia, 'Nyonya Tua' sudah lebih dulu menyabet Scudetto; sebuah dobel di kancah domestik. Infostrada Live menyebut Juve menjadi tim Italia pertama yang bisa meraih gelar dobel sebanyak tiga kali (setelah 1960 dan 1995), dengan Inter Milan menjadi satu-satunya tim Italia lainnya yang sudah dua kali mampu meraih gelar dobel.

Juve juga masih dalam jalur menuju treble, dengan titel Liga Champions akan jadi bidikan berikutnya. Seandainya sukses, Juve akan menjadi tim Italia kedua yang meraih treble setelah Inter melakukannya pada 2009–10.

Selasa, 19 Mei 2015

sebelum jatuhnya Eri ke kawah Merapi

Ini Foto Detik-detik Sebelum Eri Jatuh ke Kawah Merapi

Minggu, 17 Mei 2015 | 20:17 WIB
DICKY Foto-foto yang direkam sesama rekan pendaki Dicky memperlihatkan posisi Eri Yunanto sebelum jatuh ke kawah Gunung Merapi, Sabtu (16/5/2015).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu pendaki sempat merekam posisi Eri Yunanto (21) di Puncak Garuda sebelum mahasiswa Universitas Atmajaya Yogyakarta itu jatuh ke kawah Gunung Merapi, Sabtu (16/5/2015). Foto rekaman Dicky, teman dekat Eri, menjadi petunjuk bagi tim pencarian untuk mencari tubuh Eri.

"Saya sempat mengambil fotonya dua kali, setelah itu ia hendak turun. Dalam sepersekian detik, ia terpeleset dan terjatuh berguling," kata Dicky, Minggu (17/5/2015).

Dicky mengatakan, sebelum Eri menaiki batu Puncak Garuda, ada pendaki lain yang telah berhasil naik, kemudian menuruni batuan tersebut. Eri kemudian menyusul naik, tetapi jatuh saat turun dari batu.

"Ia sudah sempat diingatkan oleh pendaki lainnya; kalau ingin naik jangan ragu-ragu, kalau ragu tidak usah saja. Ia memang berhasil naik, tetapi kemudian, ketika hendak turun, dirinya merasa ragu, hingga akhirnya saya diminta untuk menghadang tepat di depannya, untuk menjaganya," tuturnya.

Dicky pun menambahkan bahwa ia telah mewanti-wanti teman kampusnya itu.

"Motivasi terbesar Eri memang untuk berfoto di tempat tersebut. Dari rumah, ia sudah niatkan untuk dapat berfoto di situ (batu Puncak Garuda). Kalau saya malah takut untuk menaiki puncak tersebut," ujarnya.

Tidak disangka, Eri terperosok jatuh ke sisi kanan puncak menuju kawah. Menurut Dicky, kejadian saat Eri terpeleset berlangsung sangat cepat. Dicky hanya dapat menyaksikan temannya itu jatuh ke sebelah kanan lalu terguling menuju kawah. Dia menambahkan, Eri baru kali pertama menaiki Gunung Merapi.

Operasi pencarian Eri Yunanto memanfaatkan alat khusus berupa alat bantu pernapasan (breathing aparatus) dan pesawat mini tanpa awak (drone).

Pengendali misi pencarian, Suwiknya, mengatakan, dua alat tersebut berfungsi untuk mempermudah pencarian. Penggunannya berkaitan dengan medan dan kondisi jatuhnya survivor di kawah Merapi.

"Drone kami gunakan untuk memetakan tempat dugaan jatuhnya pendaki. Dari situ akan dievaluasi, mana jalur yang bisa ditempuh oleh penyelamat. Kami menerjunkan dua drone dalam misi ini," ujarnya.

Sementara itu, breathing aparatus berfungsi untuk mengurangi risiko menghirup gas beracun yang ada di kawah Merapi.

Ia mengatakan, waktu efektif untuk melakukan pencarian adalah pukul 10.00 sampai pukul 13.00 WIB.

"Kami juga harus melihat arah angin. Bila angin cenderung diam, hal itu justru berbahaya untuk penyelamat karena konsentrasi gas beracun tinggi. Kalau ada angin berembus, maka udara akan bersirkulasi," tutur Suwiknya yang juga Kepala Resor Selo SPTN Wilayah II Boyolali.(Padhang Pranoto)