Senin, 08 Juni 2015

Bongkar Korupsi PSSI

Senin, 08/06/2015 15:15 WIB
Sambangi KPK, KORUPSSI
Laporkan Dugaan Korupsi di PSSI
Herianto Batubara - detikNews
Foto: Herianto Batubara/Detikcom
Jakarta - Komunitas Suporter Antikorupsi
(KORUPSSI) menyambangi Gedung KPK siang ini.
Mereka mengaku akan melaporkan dugaan
skandal korupsi di PSSI.
"Kami mengadukan kasus korupsi dalam PSSI di
mana periode 2010-2013 ada anggaran dari
Menpora yang dikucurkan ke PSSI yang sampai
sekarang tidak ada pertanggungjawabannya,"
kata Parto Bangun Pangaribuan dari KORUPSSI.
Pernyataan itu disampaikan Parto saat jumpa
pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said,
Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2015).
Parto menerangkan, pengaduan korupsi tersebut
menurutnya berdasarkan hasil analisis anggaran
dan investigasi lapangan terkait pengelolaan
anggaran PSSI yang bersumber dari bantuan
APBN 2010-2013 melalui Kemenpora.
Berdasarkan audit BPK tahun 2010, lanjut Parto,
terdapat penyimpangan dalam bantuan
Kemenpora untuk PSSI (Timnas AFF 2010)
senilai Rp 20 miliar. Di antaranya adalah bantuan
sebesar Rp 414.952.060 dari Kemenpora
dipertanggungjawabkan oleh PSSI tidak sesuai
dengan perjanjian yang telah disepakati dan pajak
penghasilan kurang setor sebesar Rp
167.816.654.
Parto menyebut, bantuan Kemenpora untuk
Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI tahun 2013
sekitar Rp 3,5 miliar juga belum
dipertanggungjawabkan PSSI. Negara dirugikan
miliaran rupiah dalam perkara ini.
"Kerugian negara sekitar Rp 20 miliar," kata
Parto. Ia juga datang membawa beberapa bukti.
"Selain audit BPK, ada beberapa bukti berupa
dokumen-dokumen kontrak PSSI bersama
rekanannya seperti hak siar TV, sponsorship, dan
beberapa bukti di lapangan," lanjutnya.
Parto juga meminta KPK melakukan upaya
hukum supervisi dan koordinasi, dan bahkan bila
perlu mengambil alih kasus korupsi dana hibah
APBD Jawa Timur tahun 2013 sebesar Rp 60
miliar kepada Kadin yang diselewengkan oleh
pengurus Kadin, yang notabene adalah pengurus
klub Persebaya 2010. Menurutnya, sesuai dugaan
Kajati Jatim, dana hibah itu mengalir untuk klub
tersebut.
Parto menambahkan, pihaknya juga mendukung
penuh KPK menuntaskan kasus korupsi
pembangunan RS Pendidikan di Universitas
Airlangga. Dalam kasus ini, pengurus PSSI
berinisial LN pernah diperiksa oleh KPK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar