Assalamu'alaikum warrahmatullahi
wabarakaatuh...
Selamat malam saudara-saudaraku seiman...
Sebelumnya saya mohon maaf lahir dan bathin
kepada sahabat sekalian.
Sahabatku,mari kita sambut bulan Ramadhan
yang penuh berkah mulai bulan Sya’ban ini.
Kita persiapkan diri kita baik fisik dan rohani
untuk bulan yang penuh karunia tersebut.
Mempersiapkan rohani kita adalah dengan mulai
mempelajari hal-hal penting yang perlu kita
amalkan selama bulan tersebut.
Kita buka kembali pelajaran fiqhus-syiyam kita,
yaitu fikih berpuasa yang benar dan sesuai
ajaran.
Kita sadarkan diri dan kesadaran kita akan
pentingnya bulan tersebut bagi agama dan
keimanan kita.
Secara fisik, kita juga harus mempersiapkan diri
di bulan ini dengan melatih diri memperbanyak
ibadah dan khususnya puasa.
Itulah salah satu hikmah kita dianjurkan
memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban ini.
Dan di bulan Sya’ban ini juga ada malam nisfu
sya’ban, yaitu malam pertengahan bulan
Sya’ban.
Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam
penanggalan Hijriyah.
Keistimewaan bulan ini terletak pada
pertengahannya yang biasanya disebut sebagai
Nishfu Sya’ban.
Secara harfiyah istilah Nisfu Sya’ban berarti hari
atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau
tanggal 15 Sya’ban.
Kaum Muslimin meyakini bahwa pada malam ini,
dua malaikat pencatat amalan keseharian
manusia, yakni Raqib dan Atid, menyerahkan
catatan amalan manusia kepada Allah SWT, dan
pada malam itu pula buku catatan-catatan amal
yang digunakan setiap tahun diganti dengan yang
baru.
Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu
Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan
syafaat (pertolongan).
Menurut al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan
Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga
syafaat kepada hambanya.
Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat
itu diberikan secara penuh. Dengan demikian,
pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki
banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan
amalnya selama satu tahun.
Karepa pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah,
catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan
dinaikkan ke hadapan Allah SWT.
Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya’ban
juga dinamakan sebagai malam pengampunan
atau malam maghfirah, karena pada malam itu
Allah SWT menurunkan pengampunan kepada
seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-
Nya yang saleh.
Dengan demikian, kita sebagai umat Islam
semestinya tidak melupakan begitu saja, bahwa
bulan sya’ban dalah bulan yang mulia.
Sesungguhnya bulan Sya’ban merupakan bulan
persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadhan.
Dari sini, umat Islam dapat mempersiapkan diri
sebaik-baiknya dengan mempertebal keimanan
dan memanjatkan doa dengan penuh
kekhusyukan.
Anjuran Memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban
Dari Aisyah r.a. beliau berkata:
”Rasulullah s.a.w. berpuasa hingga kita
mengatakan tidak pernah tidak puasa, dan
beliau berbuka (tidak puasa) hingga kita
mengatakan tidak puasa, tapi aku tidak pernah
melihat beliau menyempurnakan puasa satu
bulan penuh kecuali bulan Ramadhan dan aku
tidak pernah melihat beliau memperbanyak
puasa selain bulan Ramadhan kecuali pada
bulan Sya’ban”.
(H.R. Bukhari).
Beliau juga bersabda:
”Kerjakanlah ibadah apa yang engkau mampu,
sesungguhnya Allah tidak pernah bosan hingga
kalian bosan”.
Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah
s.a.w.:
’Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu
memperbanyak berpuasa (selain Ramadhan)
kecuali pada bulan Sya’ban?
Rasulullah s.a.w. menjawab:
”Itu bulan dimana manusia banyak
melupakannya antara Rajab dan Ramadhan, di
bulan itu perbuatan dan amal baik diangkat ke
Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika
amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa”.
(H.R. Abu Dawud dan Nasa’i).
Bagaimana merayakan malam Nisfu Sya’ban?
Adalah dengan memperbanyak ibadah dan salat
malam dan dengan puasa.
Adapun meramaikan malam Nisfu Sya’ban
dengan berlebih-lebihan seperti dengan shalat
malam berjamaah, Rasulullah tidak pernah
melakukannya.
Sebagian umat Islam juga mengenang malam ini
sebagai malam diubahnya kiblat dari masjidil
Aqsa ke arah Ka’bah.
Jadi sangat dianjurkan untuk meramaikan malam
Nisfu Sya’ban dengan cara memperbanyak
ibadah, salat, zikir membaca al-Qur’an, berdo’a
dan amal-amal salih lainnya.
Wallahu a’lam
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi
wabarakaatuh
-------------------------------
Senin, 01 Juni 2015
Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar